468x60 Ads

Cuteki ecards

Semua Tentang "Peterpan"

Bagiku mereka adalah sebuah band yang fenomenal. Dengan mengambil jalur musik alternatif, band yang pada awalnya digawangi oleh Ariel (vokal), Uki (rhytm), Lukman, (melodi), Reza (drum), Andika (keyboard), dan Indra (bass) itu, telah berhasil meraih Mimpi Yang Sempurna, yang juga sebagai lagu pertama yang dikompilasikan bersama album Kompilasi Kisah 2002 Malam pada tahun 2002. Lagu tersebut berhasil menyita perhatian masyarakat Indonesia sebagai lagu wajib para pengamen di masa itu, dan rasanya kenyataan itu membuat mereka merilis album pertama mereka. Lagu Sahabat merupakan single pertama di album perdana mereka bertajuk Taman Langit. Mereka semua pada mulanya adalah sekumpulan Sahabat yang Satu Hati dalam menentukan arah musik dengan benang merah mereka sendiri di belantara musik Indonesia. Semua Tentang Kita merupakan salah satu lagu favorit dengan nuansa akustik Yang Terdalam di album itu. Setelah enam tahun sejak terbentuknya band mereka, dua personilnya Andika dan Indra dipecat Dan Hilang kebersamaan itu tertiup waktu, karena perbedaan idealisme. Mungkin Kita Tertawa ketika melihat berita itu hanya sebuah lelucon, tetapi itu benar-benar terjadi ketika harus melepas Topeng mereka dari ketidak cocokan yang terpendam dalam hati masing-masing personelnya. Nama Peterpan kini hampir di penghujung akhir jalan kesuksesan mereka yang telah Tertinggalkan Waktu beberapa tahun kebersamaan mereka. Kini mereka berharap semuanya akan baik-baik saja dan berjalan sesuai dengan jalannya masing-masing seperti tertuang dalam lirik lagu Aku dan Bintang dalam kenangan mereka sejak saat itu.

Terlepas dari itu semua, setelah sukses menggelar tur sekaligus rekor MURI dalam Konser 6 Kota dalam 24 jam album Taman Langit, di akhir konsernya mereka merilis album keduanya bertajuk Bintang di Surga dengan single pertama Ada Apa Denganmu. Bagi Aku, ini adalah sebuah awal yang indah untuk membuktikan eksistensi musik mereka di Indonesia. Bahkan, album ini tercatat sebagai album Indonesia terlaris yang berhasil menembus angka tiga juta copy. Angka tersebut merupakan sebuah angka yang Di Atas Normal untuk penjualan album artis musik Indonesia pada umumnya. Dukungan para penggemarnya di album pertama membuahkan sebuah mahakarya berupa album tersebut yang kabarnya diselesaikan hanya dalam waktu satu minggu, waktu yang terlampau singkat untuk penggarapan sebuah album. Peterpan seolah menerima kenyataan manis atas Khayalan Tingkat Tinggi yang mereka idamkan sejak lama. Hal ini semakin meyakinkan bahwa pada saatnya, Mungkin Nanti mereka akan menjadi salah satu band besar yang telah mengukir sejarah di peta musik Indonesia. Masa Lalu Tertinggal mereka yang hanya sebuah impian kelak menjadi sebuah inspirasi bagi banyak orang untuk selalu kreatif dalam membuat karya. Sekarang dapatlah Ku Katakan Dengan Indah bahwa Peterpan adalah sebuah band besar yang dicintai banyak penggemarnya hingga titik penghabisan, meskipun personelnya sudah tidak utuh lagi alias berada di Dua Dalam Satu Dunia (2 DSD) musik, yaitu Peterpan berlogo Bulu Merah (Ariel, Uki, Lukman, Reza) dan The Titans (Andika, Indra). Semoga apa yang mereka raih saat ini adalah yang terbaik bagi mereka tanpa melupakan semua titik emas yang ada "Di Belakangku" masing-masing personel di masa lalu.
Kurang lebih satu tahun setelah perilisan album Bintang di Surga, Peterpan kembali mengeluarkan tajinya sekaligus membuktikan bahwa mereka adalah band produktif dengan merilis album soundtrack film bioskop Alexandria. Dalam album tersebut mereka memasukkan lima lagu baru ditambah lima lagu lama yang diaransemen ulang dengan irama yang berbeda dari dua album sebelumnya seperti lagu Sahabat, Ku Katakan Dengan Indah, Aku dan Bintang, Mungkin Nanti, serta Di Belakangku. Benang merah musik mereka tampaknya masih terdengar jelas di telinga para pendengarnya dengan single andalan berjudul Tak Bisakah. Bagi sang Peterpan, ungkapan "Jauh Mimpiku" untuk menjadi band mandul yang hanya bisa merilis satu atau dua album rasanya terhapus sudah. Mereka menganggap semua hal yang sifatnya "Membebaniku" seperti penggarapan album sebelumnya kini bisa lebih santai. Terlebih pembuatan lirik dan lagu di album ketiganya itu semua personelnya ikut terlibat, tidak seperti dua album sebelumnya yang kebanyakan didominasi oleh Ariel, sang vokalis. Tampaknya masalah demi masalah setelah pembuatan album ini kian mengerucut seiring dengan selesainya penggarapan album selanjutnya yang molor hingga dua tahun. Perbedaan ide antar personelnya memaksa sang leader, Ariel, harus rela Menunggu Pagi untuk mendapatkan titik temu. Pada akhirnya dengan segala resiko dan keputusan yang ada antara Ariel bersama produsernya, Noey, mereka sepakat untuk mengeluarkan Andika dan Indra dari bendera Peterpan. Kenyataan tersebut seolah tak ada lagi hal yang perlu dibicarakan demi menjaga kepopuleran nama Peterpan sekalipun mereka bertanya kepada Langit Tak Mendengar.
Dengan menyisakan empat personel kawakannya, Peterpan akhirnya sukses menelurkan album keempatnya bertajuk Hari Yang Cerah. Kontroversi seputar penggantian nama Peterpan atas kesepakatan dua anggotanya, Andika dan Indra, menjadi sebuah hutang yang harus dibayar setelah mereka menyelesaikan kontrak album terakhir dengan nama Peterpan di album selanjutnya. Hits Menghapus Jejakmu, yang juga single pertama di album ini, menggema dimana-mana seolah lagu ini adalah lagu ciptaan seorang dewa musik. Tak hanya itu, album ini juga merupakan suatu penutup luka di Hari Yang Cerah Untuk Jiwa Yang Sepi bagi personel yang tersisa. Mereka kini semakin Bebas dalam bertukar ide dan pikiran, tetapi harus tetap membawa benang merah musik yang sudah melekat di nama mereka. Kata-kata untuk Cobalah Mengerti dalam memahami alur musik Peterpan, sudah tak lagi disimpan kedua personelnya yang dipecat. Alhasil pada saat yang sama, bersama The Titans, mereka mengeluarkan album perdananya yang isinya diklaim berisi lagu-lagu ciptaan dua personelnya yang tidak menunjukkan ciri khas musik Peterpan. Seolah mereka ingin Melawan Dunia yang kini dikuasai oleh kubu para sahabat Peterpan yang banyak bersemayam di Kota Mati Peterpan. Peterpan seakan ingin berkata Lihat Langkahku dalam meraih kesuksesan ini kepada The Titans. Akan tetapi, mereka terlihat bertarung dengan sengitnya, meskipun Peterpan harus puas dengan kelembutan Sally Sendiri yang bersembunyi Di Balik Awan yang justru mendatangkan hujan keajaiban.
Dilema Besar yang telah menghantui lorong-lorong kebesaran Peterpan sudah saatnya diakhiri dengan merilis album terakhir mereka dengan nama Peterpan. Nama yang indah, album ini pun diberi judul Sebuah Nama Sebuah Cerita, sebuah album yang berisi tiga puluh lagu dengan empat lagu baru dan sisanya lagu-lagu hits yang ada di album sebelumnya. Album ini menyiratkan kepada para penggemarnya bahwa nama Peterpan tak lama lagi akan menjadi sebuah kenangan di belantika musik Indonesia masa mendatang. Mereka memastikan akan tetap berkarya dengan nama baru mereka Walau Habis Terang sekalipun, tetap menggunakan warna musik yang selama ini mereka usung. Lagu lama yang dulu pernah dipopulerkan oleh Alm. Chrisye, Kisah Cintaku, kini disukseskan kembali oleh mereka dengan gaya musik Peterpan. Hadirnya logo bulu merah di atas nama Peterpan membuat penggemarnya bertanya-tanya tentang arti logo tersebut, yang kabarnya bakal menjadi logo di nama baru mereka yang masih dalam tahap pencarian. Hingga suatu saat mereka membuat sebuah patung replika enam personel pendirinya untuk dipajang di Monumen Nasional, Jakarta sebagai patung memorabilia nama Peterpan. Suatu hal yang jarang dilakukan band-band di Indonesia bahkan di dunia, meskipun sebagian orang menganggap hal tersebut terlalu berlebihan. Memang segala sesuatu pasti akan berakhir dengan sendirinya mengikuti jejak-jejak roda putar bumi hingga terhenti, bahwa sesungguhnya Tak Ada Yang Abadi untuk mengarungi samudra musik yang berlimpah di tanah Indonesia. Biarlah mereka bertahan dan sebisa mungkin merasakan keabadian mereka di bumi dengan karya-karya terbaiknya, tetapi apresiasi atas karya tersebut tetap sepenuhnya milik penghuni dunia ini.

0 komentar:

Poskan Komentar